Menurut sumber cerita dari para sesepuh Desa Klitik masa kini, bahwa terjadinya Desa Klitik dimulai sejak Jaman Belanda. Klitik adalah sebuah desa yang berada di Kecamatan Geneng. Kabupaten Ngawi. Di Desa Klitik mayoritas mata pencaharian penduduknya adalah petani. Desa Klitik dibagi menjadi lima dusun, yakni Dusun Jetak Dusun Dadapan Dusun Klitik dan Dusun Kedungrejo dan Dusun Sambirobyong, Dari ke lima pembagian tersebut, masing-masing dusun memiliki sejarah dan asal muasal yang berbeda. Dusun Klitik memiliki asal muasal paling tua dibandingkan dengan dusun-dusun yang lain. Dengan kearifan lokal para sesepuh pada saat itu ke dusun tersebut dijadikan menjadi satu yaitu Desa Klitik, berikut ini asal muasal Desa Klitik.
Menurut para tetua desa, dahulu kala desa Klitik ditumbuhi pepohonan yang lebat dan besar serta memiliki suhu yang dingin. Dari sinilah para pengungsi peperangan Kerajaan Mataram yang saat itu melawan Pemerintah Kolonial Belanda membuka lahan untuk dijadikan tempat persembunyian yang akhirnya berkembang menjadi tempat pemukiman dan lahan pertanian, seiring dengan berjalannya waktu menjadi suatu kumpulan masyarakat.
Daerah pemukiman ini banyak ditumbuhi pohon Sambi. Tanaman pohon Sambi inilah yang dijadikan sumber mata pencaharian kumpulan masyarakat tersebut, yang kemudian dikembangkan menjadi tanaman produktif. Oleh karena tanaman pohon Sambi merupakan sumber kehidupan masyarakat, maka sejak saat itu untuk menandai hal tersebut diabadikan menjadi tetenger (penanda) untuk menjadi nama desa yaitu Desa Klitik
Adapun Desa Klitik dibagi menjadi 5 (lima) dusun, yaitu :